Sudah kuhabiskan waktu dengan lamanya
di kota yang yang nan indah, dan nan begitu mudahnya tercipta sepi
aku begitu menikmatinya, dan sesekali aku merasa ini benar-benar sepi
saat keheningan menjadi-jadi dan siap menusuk jantung atau dadaku
dan perlahan waktu seakan cepat berlalu – pagi menjadi siang, siangnya menjadi sore
dan sorenya menjadi malam – seperti hari di mana aku ada di rumahku
Di sana, kota saat aku berada; hanya beraktivitas sedikit, tak muluk-muluk
ya indahnya kota itu, tak ada keringat yang benar-benar terjatuh
sesekali keringat itu ada, walau hanya sedikit
sesekali aku menghela nafas dan mengeluarkannya dengan kalimat “Fiuh”
tanpa terasa sedikit ada lelah, walau tak kulihat keringat sedikit pun
Selayaknya sunyi ada, aku begitu benar-benar sepi
walau sesekali aku mencoba berpikir untuk menonton televisi
dan sesambil berkata “mungkin ada tontonan yang menarik, agar aku tak sepi”
Setelah itu, dan hanya benar-benar sepi diriku..
Di kota yang tak asing ini, ada sedikit ketenangan untuk semuanya
dan aku berhasil menikmatinya, pun sunyi yang sering menyerang
di sini pulalah segala penat terlepas, dengan dahaga yang begitu lega
Kota yang tak asing lagi bagi mereka yang pernah berkunjung
seperti yang aku lakukan. Memang iya, tak asing
: Oh Martapura (Sekumpul)