Aku bukan penyair
yang mampu membuat puisi
hingga membuat lekukan di bibirmu
Tapi aku bisa membuatmu bahagia
"Jika
kau mampu membuatku bahagia
begitu pun sebaliknya, aku juga bisa
Tapi, tak mengapa kita coba untuk satu walau dunia maya"
-- katamu
Dunia maya
ialah dunia nyata yang tertunda
Dunia tak kunjung lelap
jika kita memecahkannya dengan sebuah kemenangan
Lalu, setelah kemenangan kita, berujung pada cinta
Mari, kita rayakan semua ini
Cinta kita yang bersambut, akan keindahannya
Mari kita bersulang atas kepulangan sepi
yang kian menjauh
Bukankah suatu musibah akan cinta yang menderuh?
Bagiku
kedatanganmu, ialah samudra sepi
yang mendadak menjadi ramai di tengah kerinduanku yang sendu
tanpamu
Sungguh
kedatanganmu ialah kepergian sepi yang hampir mendarah daging melilit gurauku
Kita
tahu
cinta ialah hati yang bersambut hati-hati
Mari, rapatkan hati
kita untuk hati-hati
Bersama cinta, yang bertaut indahnya
senyum-senyum kita
*Puisi Kaloborasi Bersama Yuli*
Jumat, 19 Juli 2013
Selasa, 16 Juli 2013
Dingin Ini Ialah Kerinduan Untukmu, Eva
Dingin ini begitu memagut
Kusambut wangi rambutmu pun luput
Sunyi membalut langkah-langkah kecil yang lembut
Uap hangat napas demi napasmu hilang menusuk kabut
Di kayu hitam para-para rumah bertumpuk mimpi
Seekor cicak tersentak terbirit oleh derit pintu membesi
Satu pagi lagi pergi meneteskan gurat kisah abadi
Dingin ini begitu memagut
Kusambut wangi rambutmu pun luput
Telah aku jumpa kau di tepi kali saat subuh menjemput
Kau hanya bicara tentang langit tanpa awan sehari
Kau hanya menatap gelang di langkah kaki yang leli
Lalu di pinggang kau raba lagi runcing mata belati
Bergagang rindu siap ditancapkan di ulu hati
Senin, 01 Juli 2013
Awal Juli Yang Hujan
Juli datang
menyambutku
dengan segala
keindahannya yang kurasa
dan segala yang
memang harus kunikmati
Bahkan dengan
kesepian yang telah tumbuh dewasa
bersama hati
yang tabah
Di sini,
segalanya akan baik-baik saja
tanpa rasa kepedihan
yang ikut tumbuh dewasa
Pedih yang
semula anak-anak telah tetap begitu saja
Masih
terngiangkan tanggal yang kutandai dengan spidol
Barangkali aku
ingat saat menatapi kalender di rumahku
Di mana segala
kesedihan tumpah ruah kepadaku
: Kesedihanmu,
yang diceritakan kepadaku
Juli, tepat
tanggal 1 ini
Gerimis-gerimis
mengundang kesepian
Perlahan….
Gerimis menjadi hujan lebat
Sekelebat
lamunan sekarang menuju apa yang dituju
Barangkali,
sedikit cerita terulang saat ini
; di mana
kesedihan dapat diceritakan kembali
– kemudian berakhir kisah indah yang akan
kuingat lagi
Langganan:
Postingan (Atom)