Dingin ini begitu memagut
Kusambut wangi rambutmu pun luput
Sunyi membalut langkah-langkah kecil yang lembut
Uap hangat napas demi napasmu hilang menusuk kabut
Di kayu hitam para-para rumah bertumpuk mimpi
Seekor cicak tersentak terbirit oleh derit pintu membesi
Satu pagi lagi pergi meneteskan gurat kisah abadi
Dingin ini begitu memagut
Kusambut wangi rambutmu pun luput
Telah aku jumpa kau di tepi kali saat subuh menjemput
Kau hanya bicara tentang langit tanpa awan sehari
Kau hanya menatap gelang di langkah kaki yang leli
Lalu di pinggang kau raba lagi runcing mata belati
Bergagang rindu siap ditancapkan di ulu hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar