Jumat, 25 Oktober 2013

Puisi Yang Yang Tidak Akan Pernah Selesai Kutulis, Untukmu

Pada jarak yang kau sebut sebuah cemburu
rindulah yang akan membuat jalan untuk lebih dekat di antara jarak

Pada kota yang telah kita sebut sebuah cinta
Dan rindulah menjadi jalan untuk lebih dekat pada cinta

Ketika malam enggan beranjak ke pagi
di sana ada aku yang juga enggan beranjak dari kamu

Cinta telah tajam menusuk jantungku
aku pecinta ulung di daratan hatimu
Tak akan pernah kau tahu, dalamnya cintaku

Jika kau mencari aku
carilah aku di tepi kesunyian yang terdalam
Rasakan bagaimana ada di dalam kesunyian
dan hampirilah aku Di sana

Pada puisi
kutuangkan segala ingatan yang ada di kepala
sebuah tentang ketenangan yang ada bersamamu







Yang Tak Pernah Benar-Benar Melupakan


Sudah lama rasanya bahagia tak juga datang
hanya rasa bahagia yang nan semu kita rasa
hanya sunyi, yang menikam jantung hati
sepi yang begitu bergema di dalam dada
satu alasan di mana ada begitu nyata

Kita yang tak bahagia
untuk satu kali yang hanya berwaktu tak begitu lama
begitu pedih kehidupan yang tak ada bahagia untuk kita
hanya menikmati nyatanya, kita begitu rasa saling tersakiti
dua hati yang tak tahu apa-apa, harus mengalaminya
harus bertahan, harus kuat, harus dan harus!

Kini akhirnya, kita saling menjauh
pada sebuah yang bernama jarak
diantara tembok-tembok yang nan tinggi
hanya saja bisa kupandangi wajahmu tersenyum
tepat di dalam ingatan, saat aku mengingat sejenak
pastinya kita benar-benar tak saling melupakan sepenuhnya
walau saat yang bernama jarak telah tercipta untuk kita
-- masih saja aku lupa untuk melupakanmu

Pagi Yang Menakjubkan


Pagi, adalah untuk sebuah senyuman
memulai awal hari pertama
tanpa harus sebuah kesedihan
tanpa aku yang harus memulai kesedihan sendiri
sebab, bagiku tak perlu sepagian untuk bersedih
kalau senyumku masih untuk ada dengan nyata

Dan kau hadir dengan senyum manismu
pagi itu aku adalah yang pertama untuk melihat di balik jendela kamarku
Tuhan, selalu pas untuk dalam urusan waktu
pertemuan kita di pagi yang menakjubkan tercipta
; sesaat senyummu, senyumku bersatu pada pagi