Kita telah saling mengenal saat pertemuan
saat aku juga masih berharap pada penantian kepada seorang gadis
kau pun ada, yang bernama Chintya -- tentunya bukan yang bernama gadis yang kunanti
: Lia
Setalah satu hari mengenalmu, Chintya
aku mencoba untuk mengungkap rasa cinta
lalu hanya sunyi yang kudapati
Kau masih belum bersua
untuk jawab akan rasa yang telah kuungkap
Menunggu, hanya menunggu
jawab atas rasa
untukku, darimu
oh, semoga harapan yang kudapati sebuah jawab "Iya"
Tak lama sunyi kini bersua kembali
dan tentunya adalah sebuah jawab akan rasa
yang darimu "Meng-iya-kan"
untukku...
Kini kita telah bersama, hingga sampai ini
dengan perbedaan agama
aku, kamu, berbeda agama
lantas aku tak pernah berpikir untuk meninggalkanmu
; sampai saat ini
Teka-teki saat ini untuk kedepannya
yang harus kujawab untukmu
adalah "Apakah perbedaan agama kita, menyatukan dalam sebuah pelaminan?"
Sunyi...
diam, terpaku; senyap -- dalam sebuah jawaban yang akan kujawab
Hanya jawab yang bersua tak penuh kepastian
: Entahlah...
Kamis, 14 Juni 2012
Selasa, 12 Juni 2012
Cinta Yang Mengajariku
Tertanggal satu desember aku mengenalmu
hingga sampai saat, aku bisa untuk mengenalmu
Bahkan dari awal bertemu dalam sebuah pertemuan
aku, sudah menaruh untuk sebuah rasa cinta
hingga dengan lama, aku bisa masih untuk mencintaimu
Begitu rasanya jauh bagiku
kau tetap tak menghilang dalam ingatan
aku masih saja mengingat begitu banyak
; kebersamaan saat ada kita
Jarum-jarum jam kini telah berganti
dan itu semakin tajam, seakan menusuk dadaku
Berada tepat dalam ketidakpastian dalam menunggu
apa yang telah aku tunggu -- yakni sebuah jawaban rasa akan cinta
: Olehmu
Inilah, yang di namakan sebuah penantianku
lalu berakhir hanya sia-sia
ketika berada dalam penantian kosong
; yang hanya menyisakan hamparan hati yang tiada kita
Oh, cintalah yang kini mengajariku sebuah kesabaran selama ini
menunggumu, dalam sebuah kepastian yang kosong
kemudian untuk merelakanmu telah bersama orang lain
; yang tentunya bukan aku yang telah kau miliki
Kini, aku akan masih saja menunggu
dengan sisa-sisa kenangan yang kita torehkan
adanya kita berada dalam foto
Dan begitu banyak lagi kenangan, apa yang akan kuingat
hingga sampai saat, aku bisa untuk mengenalmu
Bahkan dari awal bertemu dalam sebuah pertemuan
aku, sudah menaruh untuk sebuah rasa cinta
hingga dengan lama, aku bisa masih untuk mencintaimu
Begitu rasanya jauh bagiku
kau tetap tak menghilang dalam ingatan
aku masih saja mengingat begitu banyak
; kebersamaan saat ada kita
Jarum-jarum jam kini telah berganti
dan itu semakin tajam, seakan menusuk dadaku
Berada tepat dalam ketidakpastian dalam menunggu
apa yang telah aku tunggu -- yakni sebuah jawaban rasa akan cinta
: Olehmu
Inilah, yang di namakan sebuah penantianku
lalu berakhir hanya sia-sia
ketika berada dalam penantian kosong
; yang hanya menyisakan hamparan hati yang tiada kita
Oh, cintalah yang kini mengajariku sebuah kesabaran selama ini
menunggumu, dalam sebuah kepastian yang kosong
kemudian untuk merelakanmu telah bersama orang lain
; yang tentunya bukan aku yang telah kau miliki
Kini, aku akan masih saja menunggu
dengan sisa-sisa kenangan yang kita torehkan
adanya kita berada dalam foto
Dan begitu banyak lagi kenangan, apa yang akan kuingat
Langganan:
Postingan (Atom)