Tertanggal satu desember aku mengenalmu
hingga sampai saat, aku bisa untuk mengenalmu
Bahkan dari awal bertemu dalam sebuah pertemuan
aku, sudah menaruh untuk sebuah rasa cinta
hingga dengan lama, aku bisa masih untuk mencintaimu
Begitu rasanya jauh bagiku
kau tetap tak menghilang dalam ingatan
aku masih saja mengingat begitu banyak
; kebersamaan saat ada kita
Jarum-jarum jam kini telah berganti
dan itu semakin tajam, seakan menusuk dadaku
Berada tepat dalam ketidakpastian dalam menunggu
apa yang telah aku tunggu -- yakni sebuah jawaban rasa akan cinta
: Olehmu
Inilah, yang di namakan sebuah penantianku
lalu berakhir hanya sia-sia
ketika berada dalam penantian kosong
; yang hanya menyisakan hamparan hati yang tiada kita
Oh, cintalah yang kini mengajariku sebuah kesabaran selama ini
menunggumu, dalam sebuah kepastian yang kosong
kemudian untuk merelakanmu telah bersama orang lain
; yang tentunya bukan aku yang telah kau miliki
Kini, aku akan masih saja menunggu
dengan sisa-sisa kenangan yang kita torehkan
adanya kita berada dalam foto
Dan begitu banyak lagi kenangan, apa yang akan kuingat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar