Kita telah saling mengenal saat pertemuan
saat aku juga masih berharap pada penantian kepada seorang gadis
kau pun ada, yang bernama Chintya -- tentunya bukan yang bernama gadis yang kunanti
: Lia
Setalah satu hari mengenalmu, Chintya
aku mencoba untuk mengungkap rasa cinta
lalu hanya sunyi yang kudapati
Kau masih belum bersua
untuk jawab akan rasa yang telah kuungkap
Menunggu, hanya menunggu
jawab atas rasa
untukku, darimu
oh, semoga harapan yang kudapati sebuah jawab "Iya"
Tak lama sunyi kini bersua kembali
dan tentunya adalah sebuah jawab akan rasa
yang darimu "Meng-iya-kan"
untukku...
Kini kita telah bersama, hingga sampai ini
dengan perbedaan agama
aku, kamu, berbeda agama
lantas aku tak pernah berpikir untuk meninggalkanmu
; sampai saat ini
Teka-teki saat ini untuk kedepannya
yang harus kujawab untukmu
adalah "Apakah perbedaan agama kita, menyatukan dalam sebuah pelaminan?"
Sunyi...
diam, terpaku; senyap -- dalam sebuah jawaban yang akan kujawab
Hanya jawab yang bersua tak penuh kepastian
: Entahlah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar