Langkah kakiku semakin dekat denganmu
Tak kusangka diriku sedekat ini denganmu
Terus melangkah menujumu dan hatimu
Kau begitu egois, sebab cuma aku sahabatmu...
Kau mengabaikan rasaku kau buatku menantimu.....
Entah sampai kapan kau akan mengerti
Bahwa hanya aku yang pantas memilikimu
Yang rela korbankan semuanya, hanya untuk mencintaimu
Tak terasa usia senjaku tiba
Masih saja kau seperti dulu, anggap aku sahabatmu.....
Bisakah kita lebih dari sahabat yang lebih dekat lagi, pintaku sambil mengatakan "Jadilah kekasihku"
Pijar sekaligus rona senja begitu indah, memandang senja haya sendiri. Kulihat senja itu, sepertimu...
Sepertimu yang selalu tersenyum, dikala aku tahu kau terluka.....
Aku begitu tak mengerti, apa ini jalan takdirku.....
Mencintai, tapi tak di cintai.....
Aku begitu mencintaimu, tak mencintaimu pun adalah sebuah kebohonganku
Entahlah, apa yang akan terjadi kedepannya...?
Apa kau menjadi kekasihku
Apa kau menjadi musuhku
Apa kau menjadi tetap sahabatku yang dekat denganku
Biarlah.., Tuhan yang menjawabnya.....
Sebab, Dialah yang lebih tahu
Bahkan Dialah yang akan menentukan, aku dan kamu jodoh atau tidak...
Kamis, 19 Januari 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
Menantimu, Atau Melupakan Rasaku Padamu
Aku mencintaimu, sejak aku jatuh cinta
Aku mencintaimu, sejak aku tahu, kini aku mencintaimu
Aku mencintaimu, sejak rasa tumbuh, secara perlahan menjadi besar
Aku mencintaimu, sejak aku merasakan, cinta itu kamu
Waktu.., kini berlalu
Masih kulihat senyummu, terpampang jelas diraut wajahmu
Aku begitu menikmati, memandang senyum raut wajahmu
Aku balas senyummu raut wajahmu, dengan senyum raut wajahku
Kini,,, aku merasa dekat. Sedekat inikah aku, yang dulu berharap denganmu
Kupikir, ini hanya hayalanku dan mimpiku. Bisa sedekat denganmu, tak kupungkiri aku merasa bahagia
Kini, aku ungkapkan rasa yang ada. Kepadamu, kepada yang aku cinta
Kau pun mendengarnya, bahwa aku mencintaimu
Tapi, aku tak mengetahui hatimu. Apakah, sama. Seperti aku mencintaimu
Entahlah...., mungkin tidak, mungkin saja ia
Aku melangkah, menujumu. Menawarkan diri, untuk kau bisa bersandar dihatiku
O, inilah aku yang akan mencintaimu. Selalu ada, untukmu
Untuk mencintaimu, aku akan menantimu dalam sunyi
Sekali pun, jawab atas rasaku penantian sia-sia.....
Aku, bahkan akan menulis apa
Menulis tetap menantimu, atau melupakan rasaku padamu
Seperti membiarkan begitu saja, angin yang berhembus di depanku...
Cinta, membingungkan.....
Mungkin saja, aku menantimu untuk tetap bertahan
Untuk, dan tetap mencintaimu...
Tak tahu apalah, arti menungguku
Kekecewaan, atau kebahagiaan.....
Aku mencintaimu, sejak aku tahu, kini aku mencintaimu
Aku mencintaimu, sejak rasa tumbuh, secara perlahan menjadi besar
Aku mencintaimu, sejak aku merasakan, cinta itu kamu
Waktu.., kini berlalu
Masih kulihat senyummu, terpampang jelas diraut wajahmu
Aku begitu menikmati, memandang senyum raut wajahmu
Aku balas senyummu raut wajahmu, dengan senyum raut wajahku
Kini,,, aku merasa dekat. Sedekat inikah aku, yang dulu berharap denganmu
Kupikir, ini hanya hayalanku dan mimpiku. Bisa sedekat denganmu, tak kupungkiri aku merasa bahagia
Kini, aku ungkapkan rasa yang ada. Kepadamu, kepada yang aku cinta
Kau pun mendengarnya, bahwa aku mencintaimu
Tapi, aku tak mengetahui hatimu. Apakah, sama. Seperti aku mencintaimu
Entahlah...., mungkin tidak, mungkin saja ia
Aku melangkah, menujumu. Menawarkan diri, untuk kau bisa bersandar dihatiku
O, inilah aku yang akan mencintaimu. Selalu ada, untukmu
Untuk mencintaimu, aku akan menantimu dalam sunyi
Sekali pun, jawab atas rasaku penantian sia-sia.....
Aku, bahkan akan menulis apa
Menulis tetap menantimu, atau melupakan rasaku padamu
Seperti membiarkan begitu saja, angin yang berhembus di depanku...
Cinta, membingungkan.....
Mungkin saja, aku menantimu untuk tetap bertahan
Untuk, dan tetap mencintaimu...
Tak tahu apalah, arti menungguku
Kekecewaan, atau kebahagiaan.....
Langganan:
Postingan (Atom)