Aku mencintaimu, sejak aku jatuh cinta
Aku mencintaimu, sejak aku tahu, kini aku mencintaimu
Aku mencintaimu, sejak rasa tumbuh, secara perlahan menjadi besar
Aku mencintaimu, sejak aku merasakan, cinta itu kamu
Waktu.., kini berlalu
Masih kulihat senyummu, terpampang jelas diraut wajahmu
Aku begitu menikmati, memandang senyum raut wajahmu
Aku balas senyummu raut wajahmu, dengan senyum raut wajahku
Kini,,, aku merasa dekat. Sedekat inikah aku, yang dulu berharap denganmu
Kupikir, ini hanya hayalanku dan mimpiku. Bisa sedekat denganmu, tak kupungkiri aku merasa bahagia
Kini, aku ungkapkan rasa yang ada. Kepadamu, kepada yang aku cinta
Kau pun mendengarnya, bahwa aku mencintaimu
Tapi, aku tak mengetahui hatimu. Apakah, sama. Seperti aku mencintaimu
Entahlah...., mungkin tidak, mungkin saja ia
Aku melangkah, menujumu. Menawarkan diri, untuk kau bisa bersandar dihatiku
O, inilah aku yang akan mencintaimu. Selalu ada, untukmu
Untuk mencintaimu, aku akan menantimu dalam sunyi
Sekali pun, jawab atas rasaku penantian sia-sia.....
Aku, bahkan akan menulis apa
Menulis tetap menantimu, atau melupakan rasaku padamu
Seperti membiarkan begitu saja, angin yang berhembus di depanku...
Cinta, membingungkan.....
Mungkin saja, aku menantimu untuk tetap bertahan
Untuk, dan tetap mencintaimu...
Tak tahu apalah, arti menungguku
Kekecewaan, atau kebahagiaan.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar