Berkali-kali kutuliskan puisi cinta
berkali-kali kutuliskan puisi rindu
berkali-kali kutuliskan puisi tentang apa yang kutangkap
berkali-kali kutuliskan puisi sayang
: Hanya untukmu
Sesekalinya aku merasa hampa, dan
perlahan tenggelam pada sepi
malam yang begitu hening, hanya ada
bintang-bulan-angin-dan bayangmu
sudihkah kau di sana kesini untuk
sekadar bertamu?
atau mungkin kutawarkan saja, sudihkah
kau kemari untuk bersamaku pada sepi?
Pilihlah yang mana kau suka, aku hanya
menunggu jawabmu
Sepi…
Kau tak ada jatuhkan dalam dua pilihan
lantas, aku mencintaimu percumakah?
lantas, sekalian aku mengharapkanmu
percumakah?
pun tanyaku berlewat bersama angin
satu tanya lagi tiba
"inikah namanya
penyesalan?" – lagi dan lagi sepi…