Selasa, 07 Januari 2014

Inikah Penyesalan?


Berkali-kali kutuliskan puisi cinta
berkali-kali kutuliskan puisi rindu
berkali-kali kutuliskan puisi tentang apa yang kutangkap
berkali-kali kutuliskan puisi sayang
: Hanya untukmu

Sesekalinya aku merasa hampa, dan perlahan tenggelam pada sepi
malam yang begitu hening, hanya ada bintang-bulan-angin-dan bayangmu
sudihkah kau di sana kesini untuk sekadar bertamu?
atau mungkin kutawarkan saja, sudihkah kau kemari untuk bersamaku pada sepi?
Pilihlah yang mana kau suka, aku hanya menunggu jawabmu

Sepi…
Kau tak ada jatuhkan dalam dua pilihan
lantas, aku mencintaimu percumakah?
lantas, sekalian aku mengharapkanmu percumakah?
pun tanyaku berlewat bersama angin
satu tanya lagi tiba
"inikah namanya penyesalan?" – lagi dan lagi sepi…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar