Sabtu, 12 November 2011

Darahku Merindu

Mawar, di manakah rerimbunmu
Mawar, di manakah wangimu
Mawar, di manakah kelopakmu
Mawar, di manakah kumbangmu
Mawar, di manakah madumu
Mawar, di manakah tangkaimu
Mawar, ada darah di durimu
Mawar, ciumlah anyirnya yang ungu
Mawar, itu darahku yang merindu
Sebab, mawarmu telah layu, tidak seperti dulu
yang mampu bertahan lama untuk tidak layu
Sekali lagi, darahku untuk merindu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar