Langkah lunglai anak remaja
Mencoba pecahkan kesunyian
Tanpa akan pekat malam menghilang
Langkah kecewa dan marah
Langkah lunglai tak berkawan arah
Tak pula merasa sendiri
Matanya terpesona purnama tua
Meski kau tak menerangi
Cukuplah baginya menerangi
Cahayamu bagai sepuhan emas
Menawan tiap tatapan
Disaat langkahnya terhenti
Seakan ingin hempaskan beban
Beban pikiran memaksa melangkah
Melangkah jauhi semua
Semua yang telah mengecewakannya
Benih ceria tumbuhi penuhi hati
Tuk memberi ruangan tuk kepedihan
Bebannya kini terasa ringan
Segan senyum dibibir hadir
Saat tangan tanpa dunia turulur
Tawarkan kemegahan hati
Mencoba obati perih sahabat
Syukur, pinta, takut pada Tuhan meradang
Duhai purnama tua
Sahabatnya kini sedia mendengarkan gundahnya
Tulus dalam terima kasih terucap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar