Sabtu, 12 November 2011

Purnama Tua

Langkah lunglai anak remaja
Mencoba pecahkan kesunyian
Tanpa akan pekat malam menghilang
Langkah kecewa dan marah
Langkah lunglai tak berkawan arah
Tak pula merasa sendiri
Matanya terpesona purnama tua

Meski kau tak menerangi
Cukuplah baginya menerangi
Cahayamu bagai sepuhan emas
Menawan tiap tatapan

Disaat langkahnya terhenti
Seakan ingin hempaskan beban
Beban pikiran memaksa melangkah
Melangkah jauhi semua
Semua yang telah mengecewakannya

Benih ceria tumbuhi penuhi hati
Tuk memberi ruangan tuk kepedihan
Bebannya kini terasa ringan

Segan senyum dibibir hadir
Saat tangan tanpa dunia turulur
Tawarkan kemegahan hati
Mencoba obati perih sahabat
Syukur, pinta, takut pada Tuhan meradang

Duhai purnama tua
Sahabatnya kini sedia mendengarkan gundahnya
Tulus dalam terima kasih terucap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar