kesibukkan masing terjadi
; ada yang mengepulkan asap rokok di atas kepalanya
dan ada yang menyeduh kopi panasnya
Sementara orang-orang asik pesan kopi ke penjaga warkop
; aku masih sibuk terbang bersama ingatan tentang kita.
Seketika lumananku buyar
ketika mendapati sapaan "Mas pesan apa?"
"Pesan kopi seperti biasa, hangat dan manis. Jangan kurang jangan lebih" balasku
Tidak ada yang terlihat menerbangkan pikirannya
kepada hal sesuatu yang di pikirkannya
mereka begitu lega sekali di warung kopi ini
tampak jelas pada raut muka masing-masing
"hahaha" tawa kecilku dalam hati
Setelah beberapa lama, kopiku datang
beberapa lamanya
: Kopiku habis
tidak tertumpah melainkan
kuseduh
Manisnya, masih terasa
Di dalam gelas kopi yang habis, ada
senyummu yang ikut kuseduh
Sebab
Pada akhirnya, di warung kopi ini
selalu ada saja hal-hal indah
; dimulai dari menyeduh kopi yang masih hangat dan manis
-- tentang pikiran yang kuterbangkan
kini membuatku terbang tinggi menembus sekumpulan awan-awan yang indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar