Adakah yang
lebih besar dari rinduku
ketika di mana
aku sanggup
bertahan
menunggumu kembali
sampai akan
terbunuh oleh rindu?
Adakah yang
lebih luka
dari seseorang
yang telah mencintai dengan setia
namun yang
terbalas adalah pengkhianatan?
Adakah yang
lebih teduh
daripada segala
tatap matamu
yang selalu
kutatap setiap pagi,
siang, sore, dan
malam?
Adakah yang
gigil
daripada tubuhku
yang basah kuyub
hingga
kedinginan tanpa kaupeluk?
Sebab, segala
tanya “adakah?”
Ialah kamu yang
akan ada
Dan memang kamu
Hidup di dalam
tanya yang sekaligus mengisinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar