Aku terlalu mencintaimu, hingga saat ini aku
menunggumu
sesaat kesedihan ada, aku selalu nyata untuk
tersenyum
walau semua terasa nyata, saat kurasa kau
tak bersua jua mencintaiku
Kita tak pernah berujung pada sebuah kata
saja untukku, untukmu – untuk kita
Saat terasa semua tertancap di dada
; sesak
rasanya begitu nyata
Hingga akulah penikmat sang rasa nyeri sakit
sesak di dada
tepat setelah aku yang jatuh dalam sebuah
jurang
; di mana aku tak bisa kembali
Hanya menangis dalam sebuah kesunyian, tapi
aku mencoba tak menangis
untuk lelaki sepertiku, mencintaimu walau
saat ini tak datang jua ujung kata dari penantianku
“Kau bersua, atau kirimkan satu pesan;
di mana kau akan mencintaiku, hingga kita adalah sebuah cinta yang saling
berpadu rindu dan kasih sayang. Yang kita telah namai: kekasih.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar