Jumat, 25 Oktober 2013

Kita Yang Tak Pernah Kita


Aku terlalu mencintaimu, hingga saat ini aku menunggumu
sesaat kesedihan ada, aku selalu nyata untuk tersenyum
walau semua terasa nyata, saat kurasa kau tak bersua jua mencintaiku
Kita tak pernah berujung pada sebuah kata saja untukku, untukmu – untuk kita

Saat terasa semua tertancap di dada
; sesak rasanya begitu nyata

Hingga akulah penikmat sang rasa nyeri sakit sesak di dada
tepat setelah aku yang jatuh dalam sebuah jurang
; di mana aku tak bisa kembali

Hanya menangis dalam sebuah kesunyian, tapi aku mencoba tak menangis
untuk lelaki sepertiku, mencintaimu walau saat ini tak datang jua ujung kata dari penantianku

“Kau bersua, atau kirimkan satu pesan; di mana kau akan mencintaiku, hingga kita adalah sebuah cinta yang saling berpadu rindu dan kasih sayang. Yang kita telah namai: kekasih.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar