Selasa, 05 November 2013

Pagi Minggu Yang Malu-Malu


Terbangun aku pada lelapku
mataku terbuka untuk melihat sinar mentari pagi
rasanya lelah penatku sudah menghilang sedari waktuku lelap
dan pagi membuatku tak pernah lelah

Minggu pagi yang malu-malu
kulihat senyummu di balik jendela kamarku
lalu, aku bertanya “Itukah kau yang tersenyum? Mengapa begitu samar-samar?”
dan angin berhembus di depanku, seakan menjawab tanyaku
namun tak dapat kudengar bisik angin
hanya kebisingan suara angin, dan senyummu yang melekat pekat
disuatu tempat yang kurasa tepat untuk kusimpan
: pada ingatanku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar